Skip to main content

Film Jadul Indo Tanpa Sensor [2021] «Popular»

Untuk memahami mengapa sangat langka, kita perlu melirik sejarah Lembaga Sensor Film (LSF). Pada era Orde Baru (sekitar 1970-1998), sensor sangat ketat dan politis. Tidak hanya potongan adegan seks atau kekerasan yang dihapus, tetapi juga adegan yang dianggap "mengkritik pemerintah" atau "merusak moral bangsa".

: Lembaga nonstruktural ini bertugas menetapkan status edar dan klasifikasi usia untuk setiap film di Indonesia. Dahulu dikenal sebagai Badan Sensor Film (BSF) sebelum berganti nama menjadi LSF Republik Indonesia pada tahun 1994. Alasan Penyensoran Film Jadul Indo Tanpa Sensor

Bagi generasi 90-an ke atas, kata "sensor" di televisi nasional (TVRI, RCTI, SCTV era awal) sudah seperti teman akrab. Kita terbiasa melihat adegan perkelahian yang tiba-tiba menghitam, atau dialog mesra yang dipotong kasar sehingga alur cerita terasa patah-patah. Namun, menawarkan pengalaman berbeda: Untuk memahami mengapa sangat langka, kita perlu melirik

: The regime preferred youth to engage in escapist entertainment rather than political activism. : Lembaga nonstruktural ini bertugas menetapkan status edar

Fenomena perburuan adalah cerminan dari hasrat penonton untuk melihat sejarah seni rupa secara utuh – tanpa guntingan moralitas atau politik sesaat. Ini adalah bentuk kritik halus terhadap sistem sensor yang terlalu membatasi, sekaligus bentuk nostalgia terhadap keberanian sineas masa lalu.